UAS TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM


1.       Definisi tentang Testing dan implementasi sistem informasi ada 4, sebagai berikut : 
Melakukan pengujian terhadap system informasi / program aplikasi/aplikasi sebelum digunakan.
Menguji dan membandingan dengan system sebelumnya, untuk memunculkan keunggulan pada system yang lama dan mengurangi kesalahan pada system yang baru. System yang baru lebih baik dari pada system yang lama.
Merevisi sisstem yang diuji, sampai sistem benar benar dapat menyelesaikan maslah pada sistem / organisasi (revisi sistem sebelum sistem digunakan)
Sistem yang sudah digunakan, berarti sudah melalui pengujian sistem dan sistem layak dioperasikan / digunakan.
2.       Defect : merupakan cacat/kekurangan (wrong/missing/extra) didalam sistem software,
Beberapa Defect Software :
a.  User Interface error-sistem memberikan suatu tampilan yang berbeda dari spesifikasi
b. Erroe handling- perlakuan terhadap error bila terjadi
c. Boundary- related error- perlakukan terdapat nilai batasan dari jangkauan mereka yang tidak benar
d. Calculation error – perhitungan aritmatika dan logika yang mungkin tidak benar
e. Initial and Later states – fungsi gagal pada saat pertama digunakan atau sesudah itu
3.       Faktor penyebab kegagalan penerapan teknologi informasi dalam menghasilkan sistem informasi adalah Correspondence failure, sistem informasi tidak mampu memenuhi tujuan  dari desainnya. Interaction failure, Pengguna jarang atau tidak merawat sistem informasi yang ada. Process failure, Sistem informasi melebihi budget yang direncanakan atau melewati batas waktu penelesaian yang ditentukan. Expectation failure, Sistem informasi tidak mampu memenuhi harapan  dari para stakeholder.  
4.        Persepsi umum tentang pengujian adalah bahwa ini hanya terdiri dari pelaksanaan, misalnya mejalankan perangkat lunak. Itu merupakan bagian dari pengujian, tapi bukan keseluruhan kegiatan pengujian. Kegiatan pengujian ada pada sebelum dan sesudah eksekusi pengujian :kegiatan seperti perencanaan dan pengendalian, memilih ketentuan pengujian, merancang kasus pengujian dan hasil pengecekan, mengevaluasi criteria hasil, melaporkan pengujian proses dan sistem selama pengujian, dan penyelesaian (setelah fase pengujian telah dilengkapi). Pengujian juga mencakup pengamatan dokumen (termasuk kode sumber ) dan analisis statis.
Baik pengujian dinamis maupun statis, bias digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang sama, dan akan menyediakan informasi yang bertujuan untuk meningkatkan sistem untuk diuji, dan proses pengembangan serta pengujian.
Terdapat beberapa tujuan pengujian:
• Mencari tahu kerusakan
• Mencapai keyakinan diri menyangkut tingkat kualitas dan penyediaan informasi.
• Mencegah kerusakan
Proses pemikiran untuk merencanakan pengujian lebih awal dalam daur hidup (memperbaharui dasar pengujian melalui rancangan pengujian) dapat membantu mencegah kerusakan berkaitan dengan kode. Pengamatan dokumen juga membantu mencegah kerusakan muncul dikode.
Perbedaan sudut pandang pengujian membutuhkan objek yang berbeda. sebagai
Contoh, dalam pengembangan pengujian(komponen, pengujian integrasi dan sistem), objek utama bias menghasilkan kelalaian sebanyak mungkin sehingga kerusakan diperangkat lunak teridentifikasi dan bias diperbaiki. Dalam pengujian penerimaan, objek utama dapat memastikan bahwa sistem bekerja seperti yang diharapkan, untuk mencapai keyakinan bahwa telah memenuhi syarat. Dalam beberapa kasus objek utama pengujian dapat memastikan kualitas perangkat lunak (tanpa bermaksud memperbaiki kerusakan), untuk memberi informasi kepada stakeholder mengenai resiko melepaskan sistem pada waktu yang ditentukan.
5.       -. Unit Testing adalah metode verifikasi perangkat lunak di mana programmer menguji suatu unit program layak untuk tidaknya dipakai.
-. System testing adalah pengujian yang dilakukan terhadap keseluruhan sistem (secara lengkap)
-. Acceptance Testing adalah tahap akhir pada testing yang dijalankan untuk mengetahui apakah masih terdapat defect pada aplikasi/software yang dikembangkan.
6.       -. User Interface Requirements, Dalam perancangan, Meletakkan persyaratan antarmuka pengguna adalah bagian dari keseluruhan kebutuhan pengembangan dan proses manajemen, persyaratan antarmuka pengguna menggambarkan perilaku sistem dan kunci utama untuk sukses dalam setiap kegiatan pembangunan

-. Guidelines Documents and Processes, Setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda, tetapi pedoman harus di pertimbangkan untuk:
                                - Kata-kata, Ikon, dan Grafik
                                - Isu Layar Layout
                                - Perangkat Input dan Output
                                - Urutan Tindakan
                                - Latihan

-. User Interface Software Tools, Salah satu kesulitan dalam merancang sistem interaktif adalah bahwa pelanggan dan pengguna mungkin tidak memiliki gagasan yang interaktif adalah novel dalam banyak situasi, pengguna mungkin tidak menyadari implikasi dari keputusan desain. Tetapi sulit, mahal, dan memakan waktu untuk membuat perubahan besar pada sistem setelah sistem tersebut telah dilaksanakan


7.       -. White Box Testing :
Pengujian yang didasarkan pada detail prosedur dan alur logika kode program. Pada kegiatan whitebox testing, tester melihat source code program dan menemukan bugs dari kode program yang diuji. Intinya whitebox testing adalah pengujian yang dilakukan sampai kepada detail pengecekan kode program.

-. Black Box Testing :
       Pengujian yang didasarkan pada detail aplikasi seperti tampilan aplikasi, fungsi-fungsi yang ada pada aplikasi, dan kesesuaian alur fungsi dengan bisnis proses yang diinginkan oleh customer. Pengujian ini tidak melihat dan menguji souce code program.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM

UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM

TUGAS ETIKA PROFESI PERTEMUAN DARING 2